Sabtu, 12 November 2011

Ruang Lingkup Ilmu Tauhid


BAB II
RUANG LINGKUP ILMU TAUHID

A.   Aqidah Pokok

Aspek pokok dalam ilmu Tauhid adalah keyakinan akan eksistensi Allah Yang Maha Sempurna, Maha Kuasa, dan memiliki sifat-sifat kesempurnaan lainnya. Karena itu, ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid yang pokok adalah :
1.      Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau mabda. Dalam bagian ini termasuk pula masalah takdir.
2.      Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah sebagai perantara antara manusia dan Allah, atau disebut pula wasithah. Meliputi : Malaikat, Nabi/Rasul, dan kitab-kitab suci.
3.      Hal-hal yang berhubungan dengan hari yang akan datang, atau disebut juga ma’ad, meliputi : surga, neraka, dan sebagainya.
Ketiga ruang lingkup di atas terangkum dalam pembahasan rukun iman.1

Para ahli ilmu tauhid membagi aqidah atas dua, yaitu aqidah pokok dan aqidah cabang. Akidah umat Islam pada masa Nabi dan masa khalifah Abu Bakar As-Sidik dan Umar bin Khattab persoalan akidah masih dapat dipertahankan yaitu disebut Rukun Iman yang mencakup 6 aspek dalam pembahasan ini disebut dengan akidah Pokok yaitu sebagai berikut: 2
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah
4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah
5. Iman kepada Hari Kiamat
6. Iman kepada Qada dan Qadar.

Secara bahasa kata “iman” berasal dari bahasa Arab “amana” yang berarti “memberi keamanan”. Atau “amana-yu’minu-imanan” berarti “percaya”. Berdasarkan Al-Qur’an iman adalah mempercayai segala sesuatu yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi-Nya. Sedangkan menurut Jumhur iman adalah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Serta berdasarkan hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menerangkan: Iman itu adalah engkau percaya kepada (rukun iman yang enam).3
Sebagaimana dikemukakan terdahulu, ruang lingkup pembahasan ilmu tauhid yang pokok tersimpul dalam rukun iman. Berikut ini dikemukakan pengertian masing-masing rukun iman tersebut dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

1.      Iman Kepada Allah4
Inti pokok ajaran Al-Qur’an adalah Akidah. Sedang inti dari akidah adalah tauhid yakni keyakinan bahwa Allah SWT Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain-Nya. Allah berfirman :

1 Drs. H. M. Yusran Asmuni, Ilmu Tauhid:Buku Ajar MKDK Edisi 1: (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1994), cet. 11, hlm.71.
3Syamsul Rijal Hamid,Buku Pintar Agama Islam Edisi Senior,(Jakarta: Penebar Salam,1994),cet. I s/d XII, hlm. 16.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَد اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya :
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia.” (Q.S.Al-Ikhlas : 1-4)
Iman kepada Allah ialah percaya sepenuhnya, tanpa keraguan sedikit pun, akan ada Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Sempurna, baik zat, sifat maupun Af’an-Nya.

Sebagai sang Khalik, Allah swt memiliki sifat-sifat yang tentunya tidak sama dengan sifat yang dimiliki oleh manusia ataupun makhluk lainnya. Mengenal sifat-sifat Allah dapat meningkatkan keimanan kita. Seseorang yang mengaku mengenal dan meyakini Allah itu ada namun ia tidak mengenal sifat Allah, maka ia perlu lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Sifat-sifat Allah yang wajib kita imani ada 20, diantaranya: 5
1)      Wujud ( وجود ) artinya Ada
Sifat Allah yang pertama yaitu Wujud. Wujud artinya ada. Umat muslim yang beriman meyakini bahwa Allah swt ada. Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya. Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.
Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. “ (QS. Al-A’raf: 54)
2)      Qidam (قدم ) artinya Maha Terdahulu
Qidam berarti dahulu atau awal. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.“Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. “ (QS. Al-Hadid: 3)
3)      Baqa’ (بقاء ) artinya Maha Kekal
Sifat Allah Baqa’ yaitu kekal. Manusia, hewan ,tumbuhan, dan makhluk lainnya selain Allah akan mati dan hancur. Kita akan kembali kepadaNya dan itu pasti. Hanya Allah lah yang kekal.“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. “ (QS. Ar-Rahman: 26-27)
4)      Mukhalafatu Lil Hawadits (مخالفة للحوادث ) artinya Berbeda Dengan Makhluk
Sifat Allah ini artinya adalah Allah berbeda dengan ciptaanNya. Itulah keistimewaan dan Keagungan Allah swt.“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. “ (QS. Asy-Syura: 11)
5)      Qiyamuhu Binafsihi (قيامه بنفسه ) artinya Berdiri Sendiri
Sifat Allah selanjutnya yaitu Qiyamuhu binafsihi, yang artinya Allah berdiri sendiri. Allah menciptakan alam semesta, membuat takdir, menghadirkan surga dan neraka, dan lain sebagainya, tanpa bantuan makhluk apapun. Berbeda dengan manusia yang sangat lemah, pastinya membutuhkan satu sama lain.“ALLAH, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. “ (QS. Ali-Imran: 2)
6)      Wahdaniyyah (وحدنية ) artinya Maha Esa
Sifat Allah Wahdaniyyah yaitu esa atau tunggal. Hal ini sesuai dengan kalimat syahadat,alaa

selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci ALLAH yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. “ (QS. Al-Anbiya: 22)
7)      Qudrat (قدرة ) artinya Maha Kuasa
Qudrat adalah berkuasa. Sifat Allah ini berarti Allah berkuasa atas segala yang ada atau yang telah Ia ciptakan. Kekuasaan Allah sangat berbeda dengan kekuasaan manusia di dunia. Allah memiliki kuasa terhadap hidup dan mati segala makhluk. Kekuasaan Allah itu sungguh besar dan tidak terbatas, sedangkan kekuasaan manusia di dunia dapat hilang atas kuasa Allah swt.“Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu. “ (QS. Al-Baqarah: 20)
8)      Iradat (ارادة  ) artinya Maha Berkehandak
Iradat berarti berkehendak. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt memiliki kehendak atas semua ciptaanNya. Bila Allah telah berkehendak terhadap takdir atau nasib seseorang, maka ia takkan dapat mengelak atau menolaknya. Manusia hanya dapat berusaha dan berdoa, namun Allah lah yang menentukan. Kehendak Allah ini juga atas kemauan Allah tanpa ada campur tangan dari manusia atau makhluk lainnya.“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).
9)      Ilmu (علم  ) artinya Maha Mengetahui
Ilmu artinya mengetahui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak terlihat. Tiada yang luput dari penglihatan Allah.“Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu akan memberitahukan kepada ALLAH tentang agamamu (keyakinanmu), padahal ALLAH mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS. Al-Hujurât: 16)
10)  Hayat (حياة  ) artinya Maha Hidup
Sifat Allah Hayat atau Hidup. Namun hidupnya Allah tidak seperti manusia, karena Allah yang menghidupkan manusia. Manusia bisa mati, Allah tidak mati, Ia akan hidup terus selama-lamanya.“Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (QS. Al-Baqarah: 255)
11)  Sam’un (سمع ) artinya Maha Mendengar
Sifat Allah Sam’un atau mendengar. Allah selalu mendengar semua hal yang diucapkan manusia, meskipun ia berbicara dengan halusnya atau tidak terdengar sama sekali. Pendengaran Allah tidak terbatas dan tidak akan pernah sirna.“Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. Al-Maidah: 76)
12)  Basar (بصر ) artinya Maha Melihat
Basar artinya melihat. Penglihatan Allah juga tidak terbatas. Ia dapat melihat semua yang kita lakukan meskipun kita melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Allah mampu melihat, naik yang besar maupun yang kecil, yang nyata maupun kasat mata. Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah Maha Sempurna.“Sesungguhnya ALLAH mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al-Hujurat: 18)
13)  Kalam (كلام ) artinya Maha Berfirman
Kalam artinya berfirman. Sifat Allah ini dapat kita lihat dengan adanya Al Quran sebagai petunjuk yang benar bagi manusia di dunia. Al Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. “ (QS. An-Nisa: 164)
14)  Kaunuhu Qodiron ( كونه قادرا ) artinya Dzat Yang Maha Kuasa
Sifat Allah ini berarti Allah adalah Dzat yang Maha Berkuasa. Allah tidak lemah, Ia berkuasa penuh atas seluruh makhluk dan ciptaanNya.“Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu. “ (QS. Al Baqarah: 20).
15)  Kaunuhu Muridan (كونه مريدن ) artinya Dzat Yang Maha Berkehandak
Allah memiliki sifat Muridun, yaitu sebagai Dzat Yang Maha Berkehendak. Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki. “ (QS.Hud: 107).
16)  Kaunuhu 'Aliman (كونه عالما  ) artinya Dzat Yang Maha Mengetahui
Sifat Allah ‘Alimun, yaitu Dzat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.“Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu. “ (QS. An Nisa’: 176).
17)  Kaunuhu Hayan (كونه حيّا) artinya Dzat Yang Maha Hidup
Allah adalah Dzat Yang Hidup. Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati. “ (QS. Al Furqon: 58).
18)  Kaunuhu Sami'an (كونه سميعا ) artinya Dzat Yang Maha Mendengar
Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar. Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.“Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. “ (QS. Al Baqoroh: 256).
19)  Kaunuhu Bashiron (كونه بصيرا  ) artinya Dzat Yang Maha Melihat
Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat. Sifat Allah ini tidak terbatas seperti halnya penglihatan manusia. Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.“Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Al Hujurat: 18).
20)  Kaunuhu Mutakaliman (كونه متكلما  ) artinya Dzat Yang Maha Berfirman
Sifat Allah ini berarti Yang Berbicara. Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt.

Kedua puluh sifat wajib Allah ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah. Adapun pengertiannya yaitu sebagai berikut : 6
a.       Sifat Nafsiyah adalah sifat yang hanya berkaitan dengan Zat Allah semata-mata. Sifat ini terdapat dalam sifat wujud.
b.      Sifat Salbiyah adalah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, sedangkan makhluk tidak memilikinya. Sifat ini terdapat dalam lima sifat Allah, yaitu qidam, baqa, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyah.
c.       Sifat Ma’ani adalah sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Sifat ini terdapat pada tujuh sifat Allah, yakni qudrat, iradat, ‘ilmu, hayat, sama’, basher, dan kalam.
d.      Sifat Ma’nawiyah adalah keumuman/kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ini tidak dapat berdiri sendiri karena setiap ada sifat ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah. Sifat-sifat yang termasuk ma’nawiyah ada tujuh, yaitu qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, bashiran, mutakalliman.
Selain memiliki sifat wajib, Allah swt juga memiliki sifat mustahil. Sifat mustahil bagi Allah swt. adalah sifat yang tidak layak dan tidak mungkin ada pada Allah swt. Sifat-sifat mustahil ini merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi Allah sehingga jumlahnya sama. Sifat-sifat mustahil bagi Allah adalah sebagai berikut : 7


1)      'Adam (عدم) artinya tidak ada lawan dari sifat Wujud
2)      Huduts (حدوث) artinya baru lawan dari sifat Qidam
3)      Fana'(فناء) artinya rusak lawan dari sifat Baqo'
4)      Mumatsalatu lil hawaditsi (مماثلة للحوادث) artinya sama dengan makhluk lawan dari sifat Mukholafatu Lil Hawaditsi
5)      Ihtiyaj (احتيخ لغيره) artinya membutuhkan pada yang lain lawan dari sifat Qiyamuhu Binafsihi
6)      Ta'adud (تعدد) artinya berbilang lawan dari sifat Wahdaiyah
7)      "Ajjzun (عجز) artinya lemah lawan dari sifat Qudrot
8)      Karohah (كراهة  ) artinya terpaksa lawan dari sifat Irodah
9)      Jahlun (جهل) artinya bodoh lawan dari sifat 'Ilmu
10)  Mautun (موت) artinya mati lawan dari sifat Hayat
11)  Shomamun (صمم) artinya tuli lawan dari sifat Sama'
12)  'Ama (عمى) artinya buta lawan dari sifat Bashor
13)  Bakamun (بكم ) artinya bisu lawan dari sifat Kalam
14)  Kaunuhu 'Ajizan (كونه عاجزا) artinya dzat yang lemah lawan dari Kaunuhu Qodiron
15)  Kaunuhu Karihan (كونه كارها) artinya dzat yang terpaksa lawan dari sifat Kaunuhu Muridan
16)  Kaunuhu Jahilan (كونه جاهلا) artinya dzat yang bodoh lawan dari sifat Kaunuhu 'Aliman
17)  Kaunuhu Mayitan (كونه ميتا) artinya dzat yang mati lawan dari sifat Kaunuhu Hayan
18)  Kaunuhu Ashomma (كونه عصم) artinya dzat yang tuli lawan dari sifat Kaunuhu Sami'an
19)  Kaunuhu A'ma (كونه اعمى) artinya dzat yang buta lawan dari sifat Kaunuhu Bashiron
20)  Kaunuhu Abbkamu (كونه ابكم) artinya dzat yang bisu lawan dari sifat Kaunuhu Mutakalliman

Allah swt selain memiliki sifat wajib dan mustahil juga memiliki sifat jaiz. Menurut arti bahasa jaiz artinya boleh. Yang dimaksud dengan sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah. Sifat jaiz ini tidak menuntut pasti ada atau pasti tidak ada. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Sifat jaiz bagi Allah yaitu Fi'lu Kulli Mumkinin Au Tarkuhu (فعل كل ممكن او تركه ) artinya Allah punya sifat berwenang untuk menciptakan atau tidak menciptkan. Maksudnya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.8
2.      Iman Kepada Malaikat 9
Iman kepada malaikat mengandung arti bahwa seorang mukmin hendaknya percaya sepenuhnya bahwa Allah menciptakan sejenis makhluk yang disebut malaikat.
Malaikat ialah makhluk halus ciptaan Allah yang terbuat dari Nur (cahaya). Mereka adalah hamba Allah yang mulia dan selalu menuruti perintah-Nya. Malaikat tidak mempunyai nafsu dan mereka tidak pernah mendurhakai kepada Allah dan senantiasa menjalankan tugasnya. Tugas dan pekerjaan malaikat berbeda-beda mereka dipimpin oleh sepuluh malaikat yang wajib diketahui yakni :


a. Jibril, yaitu yang menjabat pimpinan malaikat dan menyampaikan wahyu.
b. Mikail bertugas mengatur kesejahteraan manusia dan semua makhluk.
c. Izra’il bertugas mencabut nyawa semua jenis makhluk.
d. Munkar dan Nakir bertugas menanyai manusia setelah mati didalam kubur.
e. Raqib dan Atid bertugas mencatat semua amal kebaikan dan keburukan manusia.
f. Israfil bertugas meniup terompet pada hari kiamat dan hari kebangkitan.
g. Malik bertugas menjaga neraka.
h. Ridwan bertugas menjaga surga.
3.      Iman Kepada Kitab-Kitab Allah10
Beriman kepada kitab Allah ialah mempercayai bahwa Allah menurunkan beberapa kitab kepada para Rasul untuk menjadikan pedoman hidup manusia dalam mencapai kebahagiaan didunia dan akhirat. Kitab-kitab yang telah diturunkan Allah kepada para rasul cukup banyak, namun yang jelas disebutkan dalam Al-Qur’an hanya empat dan wajib diketahui oleh orang Islam, yaitu :
1.      Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s
2.      Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s
3.      Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s
4.      Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
Disamping itu ada shahifah (halaman) yang diberikan kepada nabi-nabi Syists, Ibrahim dan Musa as. (Al-Maidah 5:44, Al-Isra 17:55, Al-Maidah 5:47, Asy Syu’ara 26:192-196). Permasalahan yang diikhtilafkan dalam persoalan kitab dikalanagan orang Islam ialah apakah Al-Qur’an itu Qadim (kekal) atau hadis (baru). Golongan Asy’ariyah dan Maturidiyah berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah Qadim, bukan makhluk (diciptakan). Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah tidak qadim karena Al-Qur’an itu diciptakan (makhluk).

4.      Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah11
Beriman kepada Rasul-Rasul Allah ialah meyakini bahwa Allah telah memilih beberapa orang diantara manusia, memberikan wahyu kepada mereka dan menjadikan mereka sebagai utusan (Rasul) untuk membimbing manusia kejalan yang benar.Mereka diutus Allah untuk mengajarkan Tauhid, meluruskan aqidak, membimbing cara beribadah dan memperbaiki akhlak manusia yang rusak. Beiman kepada Rasul cukup secara global (Ijmal) dan yang wajib diketahui ada 25 Rasul, yaitu :

1. Nabi Adam a.s                                                        14. Nabi Musa a.s
2. Nabi Idris a.s                                                           15. Nabi Harun a.s
3. Nabi Nuh a.s                                                           16. Nabi Zulkifli a.s





4. Nabi Hud a.s
5. Nabi Shaleh a.s
6. Nabi Ibrahim a.s
7. Nabi Luth a.s
8. Nabi Ismail a.s
9. Nabi Ishaq a.s
10. Nabi Ya’qub a.s
11. Nabi Yusuf a.s
12. Nabi Ayub a.s
13. Nabi Syu’aib a.s
17. Nabi Daud a.s
18. Nabi Sulaiman a.s
19. Nabi Ilyas a.s
20. Nabi Ilyasa’ a.s
21. Nabi Yunus a.s
22. Nabi Zakaria a.s
23. Nabi Yahya a.s
24. Nabi Isa a.s
25. Nabi Muhammad SAW

               
Masalah yang masih diperselisihkan dalam kaitannya dengan iman kepada para Nabi dan Rasul adalah mengenai jumlah. Hanya Allah yang mengetahui jumlahnya. Sebagian ulama mengatakan bahwa jumlah seluruhnya adalah 124.000 orang. Dari sejumlah itu yang diangkat menjadi Rasul ada 313 orang.

5.      Iman Kepada Hari Kiamat12
                Hari kiamat (Hari Akhirat) ialah kehancuran alam semesta segala yang ada didunia ini akan musnah dan semua makhluk hidup akan mati, selanjutnya akan berganti dengan yang baru yang disebut Alam Akhirat. Iman kepada hari kiamat berarti mempercayai akan adanya hari tersebut dan kehidupan sesudah mati serta beberap hal yang berhubungan dengan hari kiamat.
Tanda-tanda kiamat shughra (kecil) :
a.       Ajaran Islam kurang diperhatikan oleh kaum muslim.
b.      Jumlah ulama (ahli agama) yang sesungguhnya semakin sedikit, sebaliknya banyak orang bodoh yang mengaku ulama dan menyesatkan umat.
c.       Perzinahan sudah menjadi suatu kebiasaan di masyarakat luas.
d.      Mabuk-mabukan dilakukan secara terang-terangan, seolah bukan perbuatan yang diharamkan.
e.       Jumlah wanita semakin lebih banyak dibandingkan dengan pria, dan mereka sudah tidak malu lagi berpakaian setengah telanjang.
f.       Banyak wanita yang berdandan/berpenampilan seperti pria, begitu juga sebaliknya.
g.      Umat manusia berlomba menumpuk kekayaan dengan jalan yang tidak bisa dibenarkan.
h.      Para orang tua menjadi budak dan diperlakukan sewenang-wenang oleh anaknya.
i.        Semakin banyak fitnah yang menimpa umat Islam.
j.        Semakin sering terjadi bencana alam, pembunuhan dan peperangan.

Tanda-tanda kiamat kubra (besar) :
a.       Waktu berputar semakin cepat, sehingga setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu.
b.      Ka’bah roboh.
c.       Matahari terbit dari sebelah barat.
d.      Keluar binatang aneh dari perut bumi yang memakai cincin Nabi Sulaiman as. yang dapat berbicara dengan manusia dan member tanda “kafir” kepada orang-orang yang tidak beriman.
e.       Keluar Dajjal (pembohong yang menutupi kebenaran).
f.       Adanya Ya’juj dan Ma’juj, adalah segolongan umat manusia yang mempunyai kekuatan besar dan berpikiran sesat.
g.      Turunnya Imam Mahdi ke dunia untuk meluruskan syari’at Islam dan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah saw.

12 Syamsul Rijal Hamid,Buku Pintar Agama Islam Edisi Senior,(Jakarta: Penebar Salam,1994),cet. I s/d XII, hlm. 439-440.


h.      Turunnya Nabi Isa as. dari langit yang akan menjadi hakim memperjuangkan kebenaran bersama Imam Mahdi. Dialah yang menumpas Dajjal, menghancurkan salib serta mengajak umat manusia untuk meng-esa-kan Allah SWT., sekaligus menyembah-Nya.
i.        Lenyapnya tulisan-tulisan dalam Al-Quran, dan tiada seorang pun yang hafal bacaaannya.
j.        Segenap manusia menjadi kafir, dan inilah tanda paling akhir menjelang kiamat.

6.      Iman Kepada Qadha dan Qadar13

Qadha artinya keputusan atau ketetapan. Jadi qadha adalah keputusan atau ketetapan terhadap sesuatu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah bagi makhluk-Nya. Contohnya yaitu manusia lahir dengan berjenis kelamin laki-laki dan berjenis kelamin perempuan.Qadar atau takdir yaitu kadar atau ukuran. Dengan demikian qadar adalah ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah atas segala sesuatu. Contohnya yaitu Allah menetapkan ukuran kemampuan tertentu bagi laki-laki dan demikian pula pada perempuan.
Beriman kepada qadha dan qadar berarti seseorang mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menjadikan segala makhluk dengan kudrat dan iradat-Nya dan dengan segala hikmahnya ( Al-Hadid 57:22, Al- Qamar 54:49).
Allah berfirman :
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَر
Artinya :
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya.” (Q.S.Al-Qamar : 49)

B.   Aqidah Cabang14

Setelah berakhirnya kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab umat Islam tidak dapat menahan diri dengan apa yang telah dijaga bersama. Kemudian muncul kemelut yang pada klimaksnya melahirkan peristiwa pembunuhan Khalifah Usman bin Affan (Tahun 345-656 M) oleh para pemberontak yang sebagian besar dari Mesir yang tidak puas dengan kebijakan politiknya.
Memang secara lahir nampak peristiwa adalah persualan politik yang berkembang menjadi persoalan Akidah (Teologi) yang melahirkan berbagai kelompok dan aliran teologi dengan pandangan dan pendapat yang berbeda-beda. Pada masa umat Islam tidak mampu lagi mempertahankan kesatuan dan keutuhan akidah, karena masing-masing berusaha membuka persoalan akidah yang pada masa sebelumnya terkunci. Masing-masing kelompok membawa keluar persoalan Akidah untuk dilepaskan bersama kelompoknya sehingga muncul pemahaman versi kelompok tersebut.
Maka lahir cabang-cabang akidah yang pemahaman bervariasi dari masing-masing aspek rukun iman misalnya rukun iman yang pertama (iman kepada Allah) muncul perbedaan pendapat (ikhtilaf) dalam membicarakan zat tuhan, sifat tuhan, dan af’a,al (perbuatan) tuhan.Persoalan yang muncul dalam masalah iman kepada malaikat separti, apakah iblis termasuk golongan dari mereka.

13 Drs. Supriadi, M. Ag., Dra.Hasanah, M.Ag.,Drs. Pabali H. Musa, M.Ag, Buku Ajar Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Cv. Grafika Karya Utama,2001),cet. II, hlm. 158-159.

Dalam mempercayai kitab Allah juga muncul persoalan yang diikhtilafkan seperti apakah kitab (wahyu) itu malaikat (diciptakan) atau bukan makhluk sehingga bersifat kekal (qadim).
Mereka juga berpendapat mengenai berapa jumlah Rasul atau Nabi yang pernah diutus oleh Allah kebumi.Persoalan yang muncul dari keyakinan tentang hari kiamat adalah balasan apakah yang akan diterapkan kelak pada hari kiamat, jasmani atau hanya rohani saja.Adapun persoalan yang muncul disekitar masalah rukun iman yang ke enam (iman kepada takdir) adalah apakah manusia mempunyai kebebasan dalam berbuat ataukah sebaliknya. Semua isu tersebut muncul setelah umat Islam terpecah atas beberapa golongan seperti Syiah, Khawarij dan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Uploaded with ImageShack.us
Perpustakaan Ilmu © 2008 Template by:
SkinCorner